Ya Allah...
Tidak ada satu penghalangpun yang bisa menutupi semuanya dari-Mu.
Saat ini aku benar-benar merasa marah. Aku merasa dibuang.
Aku merasa sangat-sangat tidak dibutuhkan
Tidak Ya Allah..
Dalam hubungan ini bukan hanya 1 orang saja yang membutuhkan tapi 2 orang..,
Ya Allah...
Dia yang memintaku tapi dia juga yang membuangku...Aku tidak bisa terima begitu saja semua ini.
Aku marah Ya Allah..benar-benar marah. Kapan ?? Kapan aku benar-benar disanjung sebagai wanita yang benar-benar dia butuhkan ??
Sampai kapan harus seperti ini ?? Sampai kapan??
Apa sampai aku benar-benar tidak ada baru dia menyadari bahwa dia membutuhkanku Ya Allah ??
Kenapa Kau ciptakan dia untukku sedangkan dia tidak menginginkanku??
Aku harus bagaimana ?? DAN KENAPA SELALU AKU YANG HARUS MENGALAH DAN DISALAHKAN ??
Dia berteriak-teriak mengatakan aku tidak menghormatinya, tapi apakah sedikitpun dia menghormati dan menghargai keberadaanku?? Hufftthh...
A Propos de Moi
Rabu, 11 Mei 2011
Kembali Melihat Masa Lalu
Tuhan...
Kalau ku harus melihat masa lalu artinya dah seperempat abad lamanya aku ada di dunia ini...
Tapi rasanya kebahagiaan yang ada seperti yang selalu ku lihat di sekelilingku, di TV ?? Belum kudapatkan sampai detik ini aku menghirup nafas di dunia ini. Ah itu mungkin hanya sinetron...untuk menontonnya saja aku malas. Tapi ini kan nyata...
Bukan Tuhan, bukan maksudku untuk mengeluh..
Bukan aku tak mensyukuri semua yang telah Kau berikan...
Sebagai manusia biasa yang jauh dari sempurna (omongan klise) aku ingin bahagia dengan orang-orang disekitarku. Punya keluarga yang selalu dekat, teman yang tulus, dan tentunya seorang kekasih hati yang berakhir menjadi suamiku.
Jika mengingat masa kecilku, kenapa yang ku ingat lebih banyak yang menyakitkan?? Ah..mungkin karena aku orang yang tidak bisa menjalani hidup dengan baik dan apa adanya...Maafkan aku Tuhan, mengeluh...selalu itu yang keluar dari mulutku.
Tuhan...
Aku dididik begitu keras, dididik untuk menjadi perempuan yang tegar, tidak takut terhadap manusia manapun, dan tidak pernah tergantung dengan siapapun..itu Ayahku, tapi lain dari Mama, aku dididik untuk selalu sopan dan taat beribadah, dan jadilah aku yang sekarang seperti ini. Aku yang keras hati, terkadang aku terlalu berani menghadapi siapapun, walaupun kadang ada rasa takut yang manghampiri, dan benar-benar tidak tergantung terhadap siapapun..termasuk orangtuaku sendiri. Aku lebih menjadi penyendiri, aku jadi merasa sendiri...terkadang aku yang membuat diriku sendiri tertawa bahkan menangis.
Aku selalu ingat setiap pertengkaran-pertengkaran. Pertengkaran dengan siapapun, bahkan dari aku kecil. Pertengkaran dengan orangtuaku, yang aku tahu itu adalah untuk melindungiku. Sikap protektif yang sangat besar dari ayahku, aku tahu karena beliau menyayangiku. Tapi kadang aku merasa, kenapa aku selalu dilarang ini itu tapi adikku tidak ??
Kadang aku merasa cemburu dengan adik-adikku, sampai pertengkaran pun terjadi hanya karena aku merasa orangtuaku hanya menyayangi adik-adikku. Aku 3 bersaudara dan aku anak pertama dari 3 putri yang mama lahirkan.
Ayahku marah besar saat itu karena gadis kecil pertamanya marah padanya dan mengatakan bahwa mereka pilih kasih. Maaf ayah..itu yang aku rasakan dulu. Beliau marah besar saat itu. Pintu lemari meja belajarku jadi sasarannya, alhasil ayahku sendiri yang memperbaikinya. Mama datang juga ke kamarku saat itu dan berkata "Kalau kita pilih kasih, gak mungkin kamu dapat jatah uang jajan lebih besar dari adikmu", saat itu adik paling kecilku belum ada diperut mama.
Ma, asal mama tahu, aku tidak pernah meminta uang lebih Ma, aku hanya butuh perhatian kalian. Perlakuan yang sama dan kasih sayang yang sama.
Mungkin inilah awal mula aku selalu mencoba mencari perhatian yang lebih dari orang sekitarku..Tapi tidak seperti itu juga...aku hanya mau mendapatkannya dari orang-orang yang benar-benar tulus dan tentuny kekasihku.
Tuhan..
Aku hanya ingin bahagia...dihargai layaknya seorang wanita...dan teman yang tulus. Bukan teman yang datang hanya dengan modal senyum manis tapi hatinya kecut. Teman yang memberiku semangat tapi dibelakangku ternyata sedang menjatuhkanku.
Tuhan..
Sakit hatiku jika aku mengingat semua yang sudah terjadi. Ingat saat aku menginjak kota besar yang sekarang ku tempati ini sendirian. Dimana saat itu aku yang tidak tahu kota ini mencoba bertanya pada seorang perempuan dengan ibunya. Tapi apa yang kudapat ?? Ibunya memandang aku sangat rendah dan menarik anaknya agar menjauhiku. Dalam hatiku, aku bukan pencuri Bu, aku hanya mau menanyakan jalan yang aku tuju. Gayaku berpakaian biasa saja, apakah seperti aku seorang pencuri??
Tuhan..
Disini pun aku bertemu dengan teman-teman baruku..Tapi apa yang terjadi, semuanya pergi dengan ketidaktulusan mereka. Mungkin aku yang salah, tapi selalu kulihat bahkan diperlihatkan dengan jelas oleh beberapa orang ketidaksukaan mereka kepadaku. Apa salahku ?? apa aku lebih baik dari dia ?? lebih cantik ?? Ah..tidak juga..itu kan pendapat tiap orang.
Kenapa selalu saja ada orang-orang yang iri terhadapku?? aku tidak punya apa-apa, aku tidak cantik, bahkan aku bukan wanita yang pintar juga. Aku hanya wanita biasa kok..Tapi kenapa mereka seperti itu ??
Tuhan..
Kali ini datang seorang pria yang mencintaiku yang saat ini sudah berubah status menjadi calon suamiku, tapi apakah itu benar ?? Apa diapun termasuk orang yang tulus Tuhan ?? Kenapa dia selalu berusaha membuatku marah kalau dia mencintaiku ?? Kenapa dia selalu membuatku kecewa dan saat yang sama membuatku tertawa bahagia. Pada suatu saat dia membuangku tapi disaat yang sama pula dia tidak pernah mau aku pergi jauh darinya..Tapi entah bodoh atau bagaimana aku tetap dan masih mencintainya. Apa sebenarnya yang dia mau Tuhan ?? Aku serasa sangat tidak berharga dimatanya, selalu dia yang benar dan aku yang salah. Selalu keras setiap menghadapiku. Apakah ini termasuk ujian kesabaran dari-Mu ?? Jika iiya haruskah aku tetap bersabar ?? Kadang rasanya aku tidak sanggup untuk menghadapi ujian ini. Tapi apakah ini menjadikanku yang terbaik nantinya??
Tuhan..
Terkadang aku menangis sendiri, menahan sakit sendiri, selalu merasa kesepian dengan banyaknya orang disekelilingku, selalu menahan marah dan sakit sendiri. Tidak ada tempat berbagi selain Engkau Ya Tuhan..
Tuhan..
Aku ingin sekali bahagia. Aku hanya ingin itu..Aku ingin bahagia dengan orang-orang disekelilingku. Aku ingin semua orang yang menyakitiku meminta maaf padaku. Ah rasanya tidak mungkin...dan yang tersisa hanya luka dihatiku dan satupun tidak ada yang tahu sakitnya aku kecuali Engkau. Jadikan aku yang terbaik dimata-Mu, yang bisa menerima semua ujian dari-Mu..tapi ini ujian ataukah cobaan ?? Ampuni aku Ya Tuhan...ampuni semua dosa-dosaku. Bantu aku menghadapi semua ini. Amin.
Kalau ku harus melihat masa lalu artinya dah seperempat abad lamanya aku ada di dunia ini...
Tapi rasanya kebahagiaan yang ada seperti yang selalu ku lihat di sekelilingku, di TV ?? Belum kudapatkan sampai detik ini aku menghirup nafas di dunia ini. Ah itu mungkin hanya sinetron...untuk menontonnya saja aku malas. Tapi ini kan nyata...
Bukan Tuhan, bukan maksudku untuk mengeluh..
Bukan aku tak mensyukuri semua yang telah Kau berikan...
Sebagai manusia biasa yang jauh dari sempurna (omongan klise) aku ingin bahagia dengan orang-orang disekitarku. Punya keluarga yang selalu dekat, teman yang tulus, dan tentunya seorang kekasih hati yang berakhir menjadi suamiku.
Jika mengingat masa kecilku, kenapa yang ku ingat lebih banyak yang menyakitkan?? Ah..mungkin karena aku orang yang tidak bisa menjalani hidup dengan baik dan apa adanya...Maafkan aku Tuhan, mengeluh...selalu itu yang keluar dari mulutku.
Tuhan...
Aku dididik begitu keras, dididik untuk menjadi perempuan yang tegar, tidak takut terhadap manusia manapun, dan tidak pernah tergantung dengan siapapun..itu Ayahku, tapi lain dari Mama, aku dididik untuk selalu sopan dan taat beribadah, dan jadilah aku yang sekarang seperti ini. Aku yang keras hati, terkadang aku terlalu berani menghadapi siapapun, walaupun kadang ada rasa takut yang manghampiri, dan benar-benar tidak tergantung terhadap siapapun..termasuk orangtuaku sendiri. Aku lebih menjadi penyendiri, aku jadi merasa sendiri...terkadang aku yang membuat diriku sendiri tertawa bahkan menangis.
Aku selalu ingat setiap pertengkaran-pertengkaran. Pertengkaran dengan siapapun, bahkan dari aku kecil. Pertengkaran dengan orangtuaku, yang aku tahu itu adalah untuk melindungiku. Sikap protektif yang sangat besar dari ayahku, aku tahu karena beliau menyayangiku. Tapi kadang aku merasa, kenapa aku selalu dilarang ini itu tapi adikku tidak ??
Kadang aku merasa cemburu dengan adik-adikku, sampai pertengkaran pun terjadi hanya karena aku merasa orangtuaku hanya menyayangi adik-adikku. Aku 3 bersaudara dan aku anak pertama dari 3 putri yang mama lahirkan.
Ayahku marah besar saat itu karena gadis kecil pertamanya marah padanya dan mengatakan bahwa mereka pilih kasih. Maaf ayah..itu yang aku rasakan dulu. Beliau marah besar saat itu. Pintu lemari meja belajarku jadi sasarannya, alhasil ayahku sendiri yang memperbaikinya. Mama datang juga ke kamarku saat itu dan berkata "Kalau kita pilih kasih, gak mungkin kamu dapat jatah uang jajan lebih besar dari adikmu", saat itu adik paling kecilku belum ada diperut mama.
Ma, asal mama tahu, aku tidak pernah meminta uang lebih Ma, aku hanya butuh perhatian kalian. Perlakuan yang sama dan kasih sayang yang sama.
Mungkin inilah awal mula aku selalu mencoba mencari perhatian yang lebih dari orang sekitarku..Tapi tidak seperti itu juga...aku hanya mau mendapatkannya dari orang-orang yang benar-benar tulus dan tentuny kekasihku.
Tuhan..
Aku hanya ingin bahagia...dihargai layaknya seorang wanita...dan teman yang tulus. Bukan teman yang datang hanya dengan modal senyum manis tapi hatinya kecut. Teman yang memberiku semangat tapi dibelakangku ternyata sedang menjatuhkanku.
Tuhan..
Sakit hatiku jika aku mengingat semua yang sudah terjadi. Ingat saat aku menginjak kota besar yang sekarang ku tempati ini sendirian. Dimana saat itu aku yang tidak tahu kota ini mencoba bertanya pada seorang perempuan dengan ibunya. Tapi apa yang kudapat ?? Ibunya memandang aku sangat rendah dan menarik anaknya agar menjauhiku. Dalam hatiku, aku bukan pencuri Bu, aku hanya mau menanyakan jalan yang aku tuju. Gayaku berpakaian biasa saja, apakah seperti aku seorang pencuri??
Tuhan..
Disini pun aku bertemu dengan teman-teman baruku..Tapi apa yang terjadi, semuanya pergi dengan ketidaktulusan mereka. Mungkin aku yang salah, tapi selalu kulihat bahkan diperlihatkan dengan jelas oleh beberapa orang ketidaksukaan mereka kepadaku. Apa salahku ?? apa aku lebih baik dari dia ?? lebih cantik ?? Ah..tidak juga..itu kan pendapat tiap orang.
Kenapa selalu saja ada orang-orang yang iri terhadapku?? aku tidak punya apa-apa, aku tidak cantik, bahkan aku bukan wanita yang pintar juga. Aku hanya wanita biasa kok..Tapi kenapa mereka seperti itu ??
Tuhan..
Kali ini datang seorang pria yang mencintaiku yang saat ini sudah berubah status menjadi calon suamiku, tapi apakah itu benar ?? Apa diapun termasuk orang yang tulus Tuhan ?? Kenapa dia selalu berusaha membuatku marah kalau dia mencintaiku ?? Kenapa dia selalu membuatku kecewa dan saat yang sama membuatku tertawa bahagia. Pada suatu saat dia membuangku tapi disaat yang sama pula dia tidak pernah mau aku pergi jauh darinya..Tapi entah bodoh atau bagaimana aku tetap dan masih mencintainya. Apa sebenarnya yang dia mau Tuhan ?? Aku serasa sangat tidak berharga dimatanya, selalu dia yang benar dan aku yang salah. Selalu keras setiap menghadapiku. Apakah ini termasuk ujian kesabaran dari-Mu ?? Jika iiya haruskah aku tetap bersabar ?? Kadang rasanya aku tidak sanggup untuk menghadapi ujian ini. Tapi apakah ini menjadikanku yang terbaik nantinya??
Tuhan..
Terkadang aku menangis sendiri, menahan sakit sendiri, selalu merasa kesepian dengan banyaknya orang disekelilingku, selalu menahan marah dan sakit sendiri. Tidak ada tempat berbagi selain Engkau Ya Tuhan..
Tuhan..
Aku ingin sekali bahagia. Aku hanya ingin itu..Aku ingin bahagia dengan orang-orang disekelilingku. Aku ingin semua orang yang menyakitiku meminta maaf padaku. Ah rasanya tidak mungkin...dan yang tersisa hanya luka dihatiku dan satupun tidak ada yang tahu sakitnya aku kecuali Engkau. Jadikan aku yang terbaik dimata-Mu, yang bisa menerima semua ujian dari-Mu..tapi ini ujian ataukah cobaan ?? Ampuni aku Ya Tuhan...ampuni semua dosa-dosaku. Bantu aku menghadapi semua ini. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)